Headlines News :
Home » , » Laga memalukan: Fakta kostum bola teraneh (I)

Laga memalukan: Fakta kostum bola teraneh (I)

Written By vharoelz blog on Tuesday, 29 May 2012 | 11:00


Tahukah Anda bahwa FIFA selaku regulator dan penyelenggara pesta bola kelas sejagat pun bisa ikut campur soal kostum bola. Apalagi kalau nganeh-nganehi. Inilah sejumlah insiden bola paling aneh menyangkut kostum.


1. KOSTUM KIPER

Sampai dengan sebelum tahun 1909, kiper selalu menggunakan kostum atau seragam tim yang sama dengan pemain lainnya. Akibatnya, seperti bisa kita duga, wasit selalu kesulitan mengidentifikasi mana kiper, mana pemain belakang. Mana kasus handball, dan mana yang penyelamatan oleh kiper. Jadi di tahun 1909 ditegaskan aturan baru sepakbola, bahwa kiper harus mengenakan seragam berbeda dari pemain lainnya. Warnanya pun telah ditentukan: Scarlet (merah cerah) atau Biru Laut. Belakangan di tahun 1912 ditambahkan pilihan ketiga: Hijau. Namun sebagai akibatnya hampir semua kiper di masa itu mengenakan seragam hijau. Masa kini seragam kiper makin warna warni dengan kasus ekstrim adalah Jorge Campos, kiper tim nasional Meksiko.


2. PENOMORAN KAOS

Di sekitar tahun 1920-an mulai ada ide untuk melakukan penomoran kaos seragam. Tapi masih kadang-kadang ada, dan lebih sering tidak. Laga besar pertama dengan penggunaan nomor punggung adalah final FA Cup tahun 1933 antara Everton dan Manchester City. Tapi konsepnya pun masih aneh. Satu tim akan memperoleh nomor 1 sampai 11, dan tim lainnya 12 sampai 22. Siapa pakai yang mana diundi dengan koin. Selain itu satu tim pakai nomor berwarna putih, dan lainnya merah. Waktu itu Everton kebagian 1-11, dan City 12-22. Penomoran yang benar seperti saat ini baru terjadi sekitar masa Perang Dunia II, dengan setiap tim mengenakan nomor 1 sampai 11. Dan meski tak ada konsensus soal siapa mengenakan nomor berapa, identitas 9 biasanya dikhususkan bagi penyerang terbaik sebuah tim.


3. LOGO SPONSOR

Tak ada cerita soal logo sponsor di dada kaos pemain bola sampai tahun 1973. Sebuah klub Jerman bernama Eintracht Braunschweig ikat kontrak dengan sebuah produsen minuman beralkohol lokal bermerek J├Ągermeister. Sejak saat itu model sponsor serupa mewabah ke seluruh dunia. Dan nilai sponsorshipnya naik terus dari tahun ke tahun. Sebagai contoh, salah satu klub terkuat di Jerman, Bayern Munich, menerima sponsor sebesar 25 juta Euro untuk memasang logo Deutsche Telekom di dada para pemainnya. Nilai sponsor itu setara dengan Rp 350,5 milyar. Meski begitu ada beberapa klub yang tetap menolak sponsorship. Salah satunya Barcelona. Bukannya terima duit ia malah menyumbangkan uang 1,5 juta Euro (Rp 21 milyar) per tahun kepada Unicef, sebuah badan PBB yang mengurusi anak-anak.


4. TELANJANG DADA

Tidak heran jika Cristiano Ronaldo dikartu merah. Ia mencopot kaosnya saat melesakkan sebuah gol dalam laga Real Madrid vs Almeria di pekan pertama Desember 2009. Itu adalah pelanggaran aturan bola sejak tahun 2004. Beberapa menit sebelum laga usai, ia kena kartu kuning kedua karena sebuah pelanggaran lain. Keluarlah dia dari lapangan. Kenapa ada aturan yang melarang pencopotan kaos seragam? Karena sebelum tahun 2004 ada beberapa kasus ketika pemain mencopot seragamnya saat merayakan kemenangan tim, lalu memperlihatkan berbagai simbol, pernyataan berbau keagamaan dan politik. FIFA memandang hal itu sebagai mencampuradukkan politik dan olahraga, sesuatu yang dipandang tabu sejak lama.

lanjutannya Laga memalukan: Fakta kostum bola teraneh part  (II) disini


Share this post :
 
Design By : Nanggroe WEBdev Powered By e-berita.net